Partai Nasional Aceh (PNA)

Logo/lambang Partai Nasional Aceh (PNA)
Partai Nasional Aceh adalah salah satu partai politik lokal di provinsi Aceh, Indonesia. Partai ini akan ikut dalam Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014 dan pemilihan anggota parlemen daerah Provinsi Aceh, dalam pemilu 2014 Partai ini mendapat nomor urut partai dua belas.

Partai Nasional Aceh (PNA) adalah salah satu partai lokal Aceh yang dibentuk oleh Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Ide dasar lahirnya PNA, dilakukan melalui penjajakan yang mereka gelar dalam sebuah musyawarah besar dengan pendukungnya yang mewakili semua kabupaten dan kota di Aceh. Dalam musyawarah itu juga Muksalmina mengatakan mereka secara bersama-sama menyusun Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga.

Pada saat pendaftaran itu, Irwandi Yusuf sendiri tidak hadir. Mereka yang datang ke Kanwil Depkumham Aceh untuk menyerahkan dokumen persyaratan pendirian partai antara lain, Irwansyah alias Teungku Mukhsalmina (Mantan Panglima GAM Aceh Rayeuk), Muharram Idris (mantan Ketua KPA Aceh Rayeuk), Ligadinsyah (mantan juru bicara Partai Aceh/mantan Panglima GAM Linge) Amni bin Ahmad Marzuki (mantan juru runding GAM), Tarmizi, Lukman Age dan Thamren Ananda (mantan Sekjen Partai Rakyat Aceh). Proses pendaftaran ditandai dengan penyerahan dokumen kelengkapan persyaratan yang dilakukan oleh Mukhsalmina (mantan panglima GAM Aceh Rayeuk) dan diterima oleh Kepala Divisi Administrasi pada Kanwail Depkumham Aceh, Syamsul Bahri.

Susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Aceh adalah, Ketua Umum dijabat oleh Irwansyah, Sekjen dijabat oleh Mukhsalmina, Wakil Sekjen, Ligadinsyah, Bendahara Umum, Lukman Age dan Wakil Bendaha Umum dijabat oleh Amni Ahmad Marzuki.Dalam kesempatan itu, Mukhsalmina menegaskan bahwa ide awal pembentukan partai yang mereka motori tersebut adalah sebagai pembaharuan untuk menjadikan Aceh sebagai daerah yang bermartabat. “Partai ini adalah wadah pemersatu seluruh masyarakat Aceh dimanapun dia berada,” ujarnya, usai melakukan pendaftaran sebagaimana dimuat dalam Acehpost.com.

Pihaknya pun menegaskan bahwa PNA adalah Partai untuk menampung aspirasi masyarakat yang ingin berpolitik praktis. Pengurus maupun pendiri partai ini tidak hanya dari mantan GAM, tetapi juga masyarakat lainnya, baik di Aceh maupun luar Aceh,” dan partai terbuka dan mengedepankan proses - proses demokrasi, partai akan dibangun dengan sistem musyawarah dengan mekanisme kongres.”Kita ingin nasionalkan partai ini dan bukan hanya milik orang Aceh yang ada di Aceh saja, orang Aceh yang ada diluar akan kita ajak juga untuk bersama – sama membangun Aceh,” sebutnya.

Arti lambang Partai Nasional Aceh 

Partai Nasional Aceh berlambang sebuah bintang putih besar yang dilingkari dua untaian padi di sisi kiri dan kanan. Masing-masing untaian padi terdiri dari 17 butir. Di atasnya juga ada lima buah bintang kecil warna putih.

“17 padi merupakan 17 wilayah GAM dan KPA. Sedangkan bintang besar itu melambangkan sebuah tumpuan harapan bagi rakyat Aceh yang bisa menerangi rakyat Aceh. Warna orange kita pilih sesuai warna vitamin karena masyarakat Aceh masih membutuhkan vitamin,” kata Ketua Umum Partai Nasional Aceh Irwansyah yang akrab disapa Muksalmina dalam konferensi pers di Aula Kantor Kanwil Hukum dan HAM Aceh, Selasa (24/4) melalui acehkita.com.
  • Bintang besar warna putih memiliki pengertian sebagai cita-cita yang tinggi.
  • Untaian padi bermakna kemakmuran dan kesejahteraan.
  • 17 Butir padi pada masing-masing untaian teritorial sejarah perjuangan Aceh.
  • Latar logo yang berwarna oranye bermakna kejayaan, keagungan, kebersamaan, dan kekuatan.
  • Lima bintang kecil di atasnya memiliki pengertian sebagai lima rukun Islam.
Pengurus Partai Nasional Aceh:
  • Ketua Umum : Irwansyah (Tgk. Muksalmina)
  • Sekretaris Jenderal : Muharam Idris
  • Wakil Sekretaris Jenderal : Ligadinsyah
  • Bendahara DPP : Lukman AG
  • Wakil Bendahara DPP : Amni Ahmad Marzuki
  • Kepala Sekretariat PNA Aceh Besar : Nasriz
(sumber: acehpost.com)